TEORI MONETER KEBIJAKAN, IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN DI ERA DIGITAL

+ Free Shipping
Category:

TEORI MONETER KEBIJAKAN, IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN DI ERA DIGITAL

Penulis;

Etta Mamang Sangdji

Jumlah halaman: 556

Ukuran Buku:  A5 (14,8×21)

Versi Cetak: tersedia

Versi E-Book: Tersedia

Berat; 0 Kg

Harga; Rp; 325.000

Uang merupakan salah satu inovasi ekonomi paling penting dalam sejarah peradaban manusia. Secara umum, uang didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat pembayaran barang dan jasa serta pelunasan utang (Samuelson & Nordhaus, 2010). Dalam konteks ekonomi modern, uang tidak semata-mata berupa benda fisik, melainkan juga mencakup nilai digital yang dikelola dalam sistem keuangan elektronik dan jaringan global. Menurut Nopirin (2014), keberadaan uang didasarkan pada kepercayaan masyarakat terhadap nilai dan daya belinya. Artinya, nilai uang bersifat sosial, bukan sekadar intrinsik. Oleh karena itu, kestabilan nilai uang menjadi tanggung jawab utama otoritas moneter. Dengan Uang  memungkinkan terjadinya spesialisasi ekonomi, pertukaran yang efisien, dan perkembangan sistem keuangan yang kompleks. Sebelum adanya uang, transaksi dilakukan melalui sistem barter, di mana barang ditukar dengan barang lain. Sistem ini memiliki banyak keterbatasan, terutama karena sulitnya menemukan “double coincidence of wants” — yaitu kesesuaian kebutuhan antara dua pihak yang bertransaksi. Munculnya uang menyelesaikan masalah ini dengan menciptakan alat tukar yang diterima secara umum, sehingga memperlancar perdagangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Definisi Uang dalam Perspektif Ekonomi Modern

Menurut Samuelson & Nordhaus (2010), uang didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat pembayaran barang dan jasa serta pelunasan utang. Definisi ini menekankan bahwa yang paling penting bukan bentuk fisik uang, melainkan fungsi sosial dan penerimaan umum (acceptability) oleh masyarakat.

Dalam ekonomi modern, uang tidak hanya berupa uang kartal (uang logam dan kertas), tetapi juga mencakup uang giral dan uang elektronik (e-money) yang tersimpan dalam sistem digital. Transformasi ini menunjukkan bahwa nilai uang semakin terlepas dari wujud fisiknya, dan kini lebih bergantung pada kepercayaan terhadap sistem keuangan dan lembaga penerbitnya. Perkembangan teknologi finansial (fintech), seperti mobile banking, dompet digital, dan mata uang kripto, memperluas konsep uang menjadi nilai digital yang dapat berpindah melalui jaringan global secara instan. Namun, hal ini juga menimbulkan tantangan baru dalam hal regulasi, keamanan, dan kestabilan moneter.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “TEORI MONETER KEBIJAKAN, IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN DI ERA DIGITAL”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
  • Your cart is empty.