PRESERVASI DRAINASE JALAN BERKELANJUTAN BERBASIS KOMUNITAS (SISTEM TERHUBUNG)

+ Free Shipping
Category:

PRESERVASI DRAINASE JALAN BERKELANJUTAN BERBASIS KOMUNITAS

(SISTEM TERHUBUNG)

Penulis;

Dr. Ir. Diyanti, S.T., M.T.

Dr. Fani Yayuk Supomo, S.T., M.T.

Dr. Haryono Putro, S.T., M.T.

Dr. Budi Santosa, S.T., M.T.

Dr. Doddy Ari Suryanto, S.T., M.T.

Jumlah halaman; 151

Ukuran Buku: A5 (14,8×21)

Versi Cetak: Tersedia

Versi E-Book: Tersedia

Harga; Rp; 125.000

Drainase merupakan prasarana yang berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air dari permukaan tanah ke badan air penerima dalam suatu Daerah Tangkapan Air (DTA). Pada suatu DTA terdapat beberapa drainase yang kewenangan dimiliki oleh stakeholder, agar dapat berfungsi dengan baik maka harus saling berkoordinasi dan terintegrasi satu sama lain dalam pengelolaannya. Jenis-jenis drainase antara lain drainase jalan, drainase, permukaan, drainase bawah permukaan, drainase jalan luar kota, drainase jalan perkotaan, drainase permotaan, dan drainase permukaan jalan. Perkembangan drainase di Indonesia sebagin besar konsep yang masih berlaku yaitu drainase dengan konsep konvensial dan menuju pada konsep drainase berwawasan lingkungan, atau drainase ramah lingkungan (eco-drainage).

Belum terintegrasinya antara drainase jalan yang terhubung dengan drainase kawasan atau drainase kawasan berhilir pada drainase jalan, hal ini yang menyebabkan berbagai permasalahan khususnya banjir pada badan jalan. Banjir ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan atau kapasitas drainase jalan, akibat terlalu besarnya debit pada kawasan, karena pada fungsinya drainase jalan hanya untuk mengalirkan air hujan yang jatuh pada badan jalan. Untuk itu pada kondisi khusus ini perlu dilakukan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi antara konsep drainase jalan yang dipengaruhi oleh drainase kawasan. Dalam permasalahan ini peran masyarakat sangat besar, mulai dari upaya untuk menghambat laju aliran run off melalui penghijauan dan penanaman pohon pada DTA, upaya meresapkan air hujan kedalam tanah melalui sumur resapan dan biopori, serta memanfaatkan air hujan dengan mengunakan Instalasi Pemanen Air Hujan (rain water harvesting).

Berdasarkan penjelasan paragraf di atas dengan buku ini diberikan penjelasan tentang drainase konvensional dan drainase ramah lingkungan, upaya mengurangi laju aliran run off air hujan dengan upaya Menampung, Memanfaatkan, Meresapkan, Mengalirkan, dan Memelihara (5M), perencanaan drainase terhubung, dan peran masyarakat dalam pengelolaan drainase berbasis gotong royong guna pengelolaan drainase berbasis komunitas.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “PRESERVASI DRAINASE JALAN BERKELANJUTAN BERBASIS KOMUNITAS (SISTEM TERHUBUNG)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
  • Your cart is empty.