PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
Penulis;
Weriantoni
Friska Amelia
Indriyani
jumlah halaman; 166
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak; Tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp. 95.000
Cetakan Pertama; Mei 2024
Sejarah perekonomian mencatat munculnya otonomi daerah muncul sebagai paradigma baru dalam kebijakan dan administrasi pembangunan sejak tahun 1970an. Tumbuhnya kepedulian terhadap otonomi daerah tidak hanya dikaitkan dengan kegagalan perencanaan dan popularitas strategi pertumbuhan dengan ekuitas (growth with equity), tetapi juga kesadaran bahwa pembangunan adalah sebuah proses rumit dan penuh dengan selimut yang tidak dapat dikendalikan dan Mudah direncanakan dari pusat. Oleh karena itu, dengan penuh Menurut keyakinannya, para pionir otonomi daerah mengemukakan banyak alas an dan argumen tentang pentingnya otonomi daerah dalam perencanaan dan administrasi di negara-negara dunia ketiga. Perencanaan adalah salah satu dari empat fungsi manajemen penting dan saling berhubungan. Keempat fungsi manajemen tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Perencanaan (planning) memerlukan pemahaman di mana letak wilayah dan kemana tujuan selanjutnya, bagaimana merumuskan visi dan misi, dan strategi apa yang dipilih untuk mencapai target. Pengorganisasian (untuk organisasi) adalah cara pemimpin daerah mengelola sumber daya dimiliki, baik sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) le melakukan apa yang direncanakan
Perencanaan wilayah merupakan salah satu cabang dari perencanaan pemerintahan lahan dan koneksi dengan penempatan kegiatan yang efisien penggunaan lahan, infrastruktur, dan pertumbuhan pemukiman di wilayah tersebut jauh lebih besar daripada kota atau wilayah. Bidang yang berkaitan dengan perencanaan kota yang berkaitan dengan masalah perencanaan kota tertentu. Konsep kedua Hal ini dikemas dalam penataan ruang menggunakan resolusi eurosentris




Reviews
There are no reviews yet.