PELUANG DAN TANTANGAN PASRAMAN DI BALI
Penulis;
I Ketut Pasek Gunawan
Putu Wulandari Tristananda
I Wayan Wira Darma
Ni Wayan Murniti
L Eka M.Julianingsih P.SE
I Gede Agung Jaya Suryawan
Putu Sanjaya
Ketut Bali Sastrawan
Putu Subawa
Jumlah halaman; 193
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 98,000
Ciri-ciri Pasraman dapat dilihat melalui beberapa hal, seperti dipimpin oleh seorang acharya yang sudah menikah. Seorang acharya adalah seseorang yang telah mempelajari, mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya, dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Seorang acharya yang menikah tentunya bertujuan untuk menciptakan suasana di Pasraman yang menyerupai lingkungan kekeluargaan dan juga untuk menghormati perempuan sebagai Ibu Sarasvati (Dewi Ilmu Pengetahuan) yang harus dimulai sejak usia dini. Lokasi Pasraman tidak pernah berada di hutan sepi yang tidak ada penghuninya. Hal ini merupakan wujud rasa hormat terhadap perempuan sebagai ibu, karena setiap pagi para pelajar mulai berangkat ashram dan mengetuk pintu rumah untuk sedekah, yang dihadapi mereka adalah para ibu yang sedang mempersiapkan santapan (biasa dilakukan ashram di India).




Reviews
There are no reviews yet.