Model Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat: Konservasi Hutan Mangrove sebagai Variabel Moderator
penulis;
Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd., CHt., CH
Dr. Yuni Candra, S.E., M.M
Dr. H. Hari Candra, MA
Dr. Fajar Budiman, SE. MPd. E, CRP, C.EML
Dr.Alfi Syukri Rama, SE MM CCMs CPSp
Jumlah halaman: 207
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 134.000
Ekowisata konservasi hutan mangrove membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal yang berada di sekitarnya, termasuk komunitas pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam sektor pariwisata bahari, yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas industri pariwisata, bertambahnya kesempatan kerja di bidang pariwisata, serta meningkatnya penjualan produk lokal kepada para wisatawan. Keberadaan hutan mangrove di sepanjang pesisir pantai menjadi daya tarik wisata yang khas karena menawarkan keunikan ekosistem yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Wisatawan dapat menyusuri jalur-jalur yang telah disediakan di kawasan mangrove sehingga tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif yang bernilai (Nugraha dan Safei 2023). Pengalaman wisata di kawasan ekowisata mangrove juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk memahami berbagai upaya konservasi yang dilakukan. Wisatawan bahkan dapat terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan konservasi, seperti penanaman bibit mangrove, kegiatan pembersihan pantai dari sampah, maupun partisipasi dalam program konservasi yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat (Oriental 2024). Oleh karena itu, daya tarik ekowisata berbasis konservasi mangrove berpotensi meningkatkan peluang pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat lokal di Kabupaten Pesisir Selatan.




Reviews
There are no reviews yet.