MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA TEKNIK: SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN

+ Free Shipping

 

MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA TEKNIK: SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN

Penulis;

Kriswanto Widiawan,

Felicia Adeline Setiawan,

Marcella Anastasya Khancitra,

 Fransisca Wijaya,

Alya Vidya Yalasena

Jumlah halaman: 78

Ukuran Buku: A5 (14,8×21)

Versi Cetak: Tersedia

Versi E-Book: tersedia

Berat: 0 Kg

Harga; Rp. 65.000

Entrepreneur dinilai memiliki peran yang besar melalui penciptaan inovasi, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan, serta mendorong perkembangan sektor-sektor yang semakin produktif. Semakin tinggi jumlah entrepreneur yang dimiliki suatu negara, maka pertumbuhan ekonominya juga akan semakin tinggi. Kegiatan produktif yang tercipta akan meningkatkan output pembangunan sehingga negara akan berlomba-lomba untuk menciptakan entrepreneur baru sebagai akselerator pembangunan (Darwanto, 2012). Sayangnya menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah entrepreneur di Indonesia masih cenderung sangat rendah, yaitu 3,47% dari total penduduk di Indonesia (Saputra, 2022). Indonesia juga menempati peringkat ke 42 dari 85 negara yang di survei dengan penilaian yang cukup rendah yaitu 13,8 dari skala 100 dalam atribut entrepreneurship-nya. Peringkat ini berada di bawah beberapa negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam (U.S. News & World Report, 2021).

Oleh karena itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan minat entrepreneurship di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pembekalan dan implementasi ilmu berwirausaha melalui institusi-institusi pendidikan (Kemdikbud, 2021). Diketahui bahwa sejak tahun 1997, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) telah memfasilitasi pendidikan kewirausahaan khususnya di perguruan tinggi melalui beberapa program. Program-program yang ditawarkan meliputi: Kuliah Kewirausahaan (KWU), Magang Kewirausahaan (MKU), Kuliah Kerja Usaha (KKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK), serta Inkubator Wirausaha Baru (INWUB), (Susilaningsih, 2015).

 

 

 

 

BAB II

MINAT BERWIRAUSAHA

 

 

A.    Pengertian Kewirausahaan

Kewirausahaan atau entrepreneurship merupakan keyakinan kuat dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya. Keyakinan tersebut disertai dengan keberanian mengambil resiko untuk mewujudkan ide dan inovasinya melalui organisasi yang didirikan, mulai dari membangun, membelihara, dan mengembangkan hingga menghasilkan dampak nyata bagi dunia (Binus, 2020). Dalam encyclopedia of America (1984), keberanian dalam mengambil risiko berarti dapat menciptakan suatu produksi termasuk modal, tenaga kerja, bahan baku untuk mendapatkan profit dari bisnis tersebut. Oleh karena itu, entrepreneurship dan entrepreneur merupakan faktor produksi aktif dalam menggerakkan dan memanfaatkan sumber daya agar tercipta kekayaan dan kemakmuran di masyarakat (Wirasasmita, 2003).

Menurut Margahana & Triyanto (2019), tidak semua orang yang memiliki usaha pasti merupakan seorang entrepreneur. Ciri-ciri dari seorang entrepreneur yang memiliki jiwa entrepreneurship adalah seseorang yang akan mengejar peluang usaha yang cocok dan diminati sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.   Seorang entrepreneurship juga akan selalu berusaha untuk belajar, mengamati, serta mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk membangun usahanya. Selain itu, mereka juga tidak akan mudah menyerah dan percaya bahwa keberhasilan pasti bisa dicapai sehingga memiliki keberanian untuk mengambil resiko.

Category:

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA TEKNIK: SEBELUM DAN SESUDAH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
  • Your cart is empty.