KETAHANAN EKONOMI KELUARGA PRAKTEK DALAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN

+ Free Shipping

KETAHANAN EKONOMI KELUARGA PRAKTEK DALAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN

PENULIS

Ira Sumarni, SE.ME,

Faisal Efendi, SH.ME

Mardianton, SE.I, M.Pd

jumlah halaman;  80

Ukuran Buku: A5 (14,8×21)

Versi Cetak: Tersedia

Versi E-Book: Tersedia

Harga: Rp. 85.000

kelompok simpan pinjam perempuan bertujuan untuk mendedikasi anggota. Pertumbuhan kelompok SPP memberikan jaminan untuk masa depan. Diantaranya adalah mengenai tempat tinggal keluarga anggota kelompok, bahwa anggota kelompok setelah menjadi anggota kelompok spp berhasil memperpaiki (Rehabilitas) rumah dari yang sebelumnya belum punya wc, dinding rumah papan, lantai semen, menjadi yang lebih baik. Disisi lain para anggota ada juga yang mampu membangun tempat tinggal yang bagus dalam artian disini tempat tinggal sudah tembok dan fasilitas yang layak dengan cara berangsur-angsur. Artinya meskipun kebanyakan anggota hanya mampu merehabilitas tempat tinnggalnya berarti SPP berhasil memberikan pertumbuhan keluarga dalam hal Papan (tempat tinggal keluarga).

Ketahanan ekonomi keluarga anggota kelompok simpan pinjam perempuan berdampak kepada tempat tinggal keluarga, pendapatan keluarga, pembiayaan pendidikan anak, jaminan keuangan keluarga. Pelaksanaan dan juga implikasi tanggung renteng terhadap anggota KSPP. Jaminan dalam pendapatan keluarga anggota. Jika pertumbuhan anggota semakin tinggi artinya SPP memberikan perubahan ekonomi keluarga anggota yang ikut serta menjadi kelompok dan bisa meningatkan pendapatan pada anggota dari hasil usaha yang dilaksanakan. Kemudian pendidikan anak-anak anggota kelompok memberikan kepastian dari usaha yang dilakukan oleh anggota. Anggota kelompok juga mampu membiayai pendidikan anak-anaknya sampai kepada perguruan tinggi.

Ekonomi berdasarkan pada kekuatan rakyat, yaitu kegiatan ekonomi yang bisa memberikan berbagai kesempatan untuk partisipasi masyarakat agar kegiatan ekonomi dapat berfungsi dan berkembang secara efektif (Hesmawati, 2018). Pembangunan ekonomi telah “mengatasnamakan rakyat”, semua sistem ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai model ekonomi kerakyatan (Swasono, 2015). Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 (Aripin, 2000). Kelompok berusaha tunggal adalah kelompok yang hanya mengoperasikan satu sektor dalam bidang usaha yang dipilihnya, seperti sektor konsumsi, pinjaman, atau manufaktur. Koperasi multi-bisnis adalah organisasi yang mengembangkan bisnis mereka di berbagai industri, seperti jual beli (Hasan, 1997).

Di Indonesia, ada berbagai jenis kelompok, termasuk kelompok pesantren, kelompok simpan pinjam, dan sekolah. Seperti halnya Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (KSPP), Pembentukan dari kelompok-kelompok di dalam masyarakat dilakukan dalam menunjang taraf hidup masyarakat. Tujuan pembentukan kelompok ini tidak lepas dari peningkatan ekonomi masyarakat dengan cara meningkatkan kesadaran akan organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mempromosikan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan sehari-hari.

Kelompok ini menekankan pada upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal. Organisasi ini dibentuk dan didirikan dengan tujuan untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal, menyalurkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mengawasi kegiatan ekonomi lainnya. Banyaknya individu yang tergabung dalam kelompok ini membuktikan keberhasilan kelompok ini dalam menyediakan layanan yang diminta oleh masyarakat dan, dengan demikian, meningkatkan kualitas layanan tersebut.

 

 

Category:

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “KETAHANAN EKONOMI KELUARGA PRAKTEK DALAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
  • Your cart is empty.