IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
Penulis;
Tamrin
Jumlah halaman; 324
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-Book; tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 134.000
Pendidikan pada abad ke-21 ditandai dengan perubahan yang sangat cepat dalam berbagai bidang kehidupan, terutama karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi. Dunia yang semakin kompleks menuntut generasi muda untuk memiliki kompetensi yang lebih dari sekadar menguasai pengetahuan faktual. Siswa tidak lagi cukup dibekali dengan kemampuan menghafal informasi, melainkan dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu memecahkan masalah dalam situasi nyata. Dalam konteks inilah pembelajaran mendalam atau deep learning hadir sebagai paradigma baru yang relevan, yang menekankan pemahaman bermakna, keterlibatan aktif, dan penerapan pengetahuan lintas disiplin.
Albani (2025) menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menuntut siswa untuk berpikir kritis, mengintegrasikan pengetahuan, serta menghubungkan konsep-konsep lintas bidang ilmu dengan konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini sangat berbeda dengan pembelajaran dangkal (surface learning), yang hanya menekankan pada hafalan materi atau sekadar penguasaan jangka pendek untuk kepentingan ujian. Dalam pembelajaran mendalam, siswa dilatih untuk mengajukan pertanyaan, menganalisis fenomena, mengkaji permasalahan kompleks, hingga menemukan solusi yang inovatif. Dengan demikian, deep learning sejalan dengan arah baru pendidikan Indonesia melalui Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, diferensiasi, dan pengalaman belajar yang kontekstual.
Pentingnya pembelajaran mendalam juga diperkuat oleh Putri dkk. (2024) yang menegaskan bahwa deep learning tidak hanya menyasar penguasaan kognitif, tetapi juga pengalaman belajar yang penuh kesadaran (mindful), menyenangkan (joyful), dan bermakna (meaningful). Dalam proses pembelajaran, siswa diajak untuk terhubung dengan pengalaman mereka sendiri, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Keterhubungan ini menjadi landasan agar pengetahuan yang dipelajari tidak mudah terlupakan, melainkan terinternalisasi dalam pola pikir dan perilaku. Oleh karena itu, deep learning dapat dianggap sebagai jawaban atas tantangan global yang menuntut lahirnya generasi adaptif, resilien, dan mampu belajar sepanjang hayat (lifelong learners).




Reviews
There are no reviews yet.