Guru Pembentuk Adab
Penulis;
Tamrin
Editor; Kardono, S.Ag., M.Pd.
Jumlah halaman; 245
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak; Tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 145.000
يؤدب, yang pada mulanya bermakna undangan ke sebuah jamuan (ma’dubah), yakni pertemuan yang di dalamnya terdapat keteraturan, penghormatan, dan tata cara yang baik (Neny Liftiyarotun Nadhiro, 2023). Seiring perkembangan makna, istilah ini mengalami pendalaman konseptual hingga menunjuk pada keluhuran budi, kehalusan perilaku, serta keteraturan sikap dalam relasi sosial dan intelektual. Dalam khazanah keilmuan Islam, adab tidak dipahami sebatas etika lahiriah atau kesopanan formal, melainkan mencerminkan proses pembentukan kepribadian manusia secara menyeluruh. Ia mencakup harmonisasi antara dimensi moral, intelektual, dan spiritual, sehingga manusia mampu menempatkan diri, ilmu, dan tindakannya secara tepat dalam tatanan kehidupan. Dalam pengertian ini, adab menjadi fondasi bagi terbentuknya insan yang berilmu, berkarakter, dan berkesadaran nilai.
Adab kerap disandingkan dengan istilah akhlak dan etika, meskipun ketiganya memiliki nuansa konseptual yang berbeda. Akhlak merujuk pada kondisi batin yang menetap (malakah) dalam diri seseorang, yang darinya lahir perbuatan secara spontan dan konsisten (Sahal, 2017). Ia menekankan pembentukan karakter internal yang menjadi sumber lahirnya perilaku. Sementara itu, etika dalam tradisi filsafat Barat bersifat normatif-rasional, berangkat dari penalaran manusia dan kesepakatan sosial sebagai dasar penentuan baik dan buruk.
Adab, berbeda dari keduanya, menekankan keselarasan antara ilmu, amal, dan tata nilai wahyu, sekaligus keteraturan posisi manusia dalam relasinya dengan Tuhan, diri sendiri, ilmu pengetahuan, dan masyarakat. Dalam pengertian ini, adab tidak hanya berbicara tentang apa yang baik untuk dilakukan, tetapi juga tentang bagaimana dan dalam posisi apa sesuatu dilakukan secara tepat. Adab dapat dipahami sebagai konsep normatif sekaligus praksis hidup yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual dalam keseluruhan proses pendidikan Islam




Reviews
There are no reviews yet.