GELIAT MASYARAKAT PEDESAAN PESISIR MEMBANGUN EKONOMI BIRU
Penulis;
Arisnawawi
Muhammad Ihsan Maro
Alin Salssa
Shinta Amelia Syam
Ahmad Zaki M
Siti Nurhasmiah
Ikhlasy Anugrah Marhami
Musfira Putri Irawan
Muhammad Jusmirad
Astiti Nuryanti
Ilman Nafi’ah
Jumlah halaman; 299
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-Book: tersedia
Berat;: 0 Kg
Harga; Rp; 134.000
Kawasan pesisir dan pulau-pulau memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kawasan ini bukan hanya rumah bagi jutaan orang, tetapi juga menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa, sumber daya alam yang melimpah, dan fungsi ekologis yang vital. Namun, kawasan pesisir dan pulau kini menghadapi tekanan besar akibat aktivitas manusia. Pembangunan pesisir yang tidak terkendali, eksploitasi sumber daya alam, polusi (Nhantumbo et al., 2023), hingga dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan laut (Harff et al., 2019; Day et al., 2023) menjadi ancaman nyata. Melalui tulisan ini, kita akan merenungkan hubungan manusia dengan alam di kawasan pesisir dan pulau, melihat dampaknya, serta mencari cara untuk memperbaikinya
Pulau-pulau juga memainkan peran yang signifikan dalam sejarah manusia. Contohnya, Bali di Indonesia, Madagaskar di Afrika, dan Jepang di Asia Timur. Pulau-pulau ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat kebudayaan yang kaya dengan nilai-nilai lokal dan spiritual. Di Bali, misalnya, filosofi Tri Hita Karana menjadi pedoman hidup masyarakat, menekankan pentingnya keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam (Dewi & Biyantari, 2017). Filosofi ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat Bali menjaga kelestarian lingkungan mereka. Mereka memperlakukan laut dan daratan sebagai bagian integral dari kehidupan spiritual, sehingga muncul berbagai ritual yang dirancang untuk melindungi lingkungan, seperti larangan menangkap ikan pada waktu tertentu untuk memberi waktu regenerasi bagi ekosistem laut (Wingarta et al., 2012).




Reviews
There are no reviews yet.