MENGATASI KENDALA CALON ENTREPRENEUR
penulis;
Kriswanto Widiawan
Aurellia Ariani Singgi
H Neilsen Natan Raharjo
Martha Thea Purnomo
Jessen Christian Buntoro
Jumlah halaman; 83
ukuran Buku: a5 (14,8×21)
Versi cetak: Tersedia
versi E- Book; Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 76.000
Kewirausahaan memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara karena berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja (Khamimah, 2021). Dengan semakin banyaknya individu yang terlibat dalam kegiatan wirausaha, tingkat pengangguran dapat ditekan, sementara daya saing ekonomi suatu negara semakin meningkat (Munier, 2013). Menurut informasi dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja.
Di balik peran penting kewirausahaan dalam perekonomian, ada kecenderungan menurunnya minat generasi muda untuk menjadi entrepreneur, bahkan bagi mereka yang berasal dari keluarga wirausaha. Pada zaman sekarang, banyak anak yang tidak ingin meneruskan usaha milik orang tuanya atau menjadi seorang entrepreneur. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya rasio tingkat kewirausahaan (jumlah wirausahawan dibagi oleh total populasi) yang ada di Indonesia. Menurut Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM) Teten Masduki, rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini masih di bawah target pemerintah, yaitu sebesar 4% karena syarat untuk menjadi negara maju adalah memiliki rasio kewirausahaan lebih dari 4%. Data dari tahun 2019 hingga 2024 menunjukkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia belum pernah mencapai target tersebut, dengan angka yang berfluktuasi dari 3,21% pada 2019 dengan jumlah wirausahawan sebanyak 8.747.250, turun menjadi 2,93% pada 2020 dengan jumlah wirausahawan sebanyak 8.051.640, dan perlahan meningkat pada angka 3,04% pada tahun 2021 dengan jumlah wirausahawan sebanyak 8.414.720, 3.35% pada tahun 2022 dengan jumlah wirausahawan sebanyak 9.339.800, 3,94% pada 2023 dengan jumlah wirausahawan sebanyak 11.079.280, dan menurun pada angka 3,47% pada tahun 2024 dengan jumlah wirausahawan sebanyak 9.802.750. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah wirausahawan belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk, sehingga rasio kewirausahaan tetap stagnan atau meningkat tipis (MNC Media, 2024).




Reviews
There are no reviews yet.