DESIGN FOR LONGEVITY UNTUK INOVASI PRODUK MUSLIM FASHION INDONESIA
penulis;
Yunia Dwie Nurcahyanie
Moses L Singgih
Dyah Shanti Dewi
Jumlah Halanman: 117
ukuran Buku; A5 (14,8×21)
versi cetak: Tersedia
Versi E-Book; Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 78.000
Fashion adalah jenis produk berumur pendek yang selalu berkembang mengikuti trend, style, dan model karena produk fashion cepat mengalami keusangan yang disebabkan beberapa hal termasuk kebosanan konsumen, perubahan bentuk fashion atau kerusakan produk (Cooper, 2004; Reguia, 2014; Echegaray, 2016). Desain produk baru merupakan hal penting untuk keberlanjutan bisnis fashion. Fashion adalah produk yang memiliki variasi desain tinggi dengan waktu perencanaan desain yang pendek (Kadam & Apte, 2015; Belvedere & Goodwin, 2017). Secara umum pengembangan produk baru dilakukan bertahap, mulai dari tahap pengembangan ide sampai kepada tahap komersialisasi. Proses tersebut telah dilakukan pada banyak industri, termasuk industri fashion. Dalam industri fashion, tahapan desain merupakan tahap kritis karena perubahan keinginan dan kebutuhan konsumen sangat cepat.
Merujuk data The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019 Indonesia menjadi negara yang mengembangkan fashion muslim, khususnya fashion muslim wanita di dunia setelah Uni Emirat Arab. Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, mempunyai visi untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim wanita dunia (Sari, 2019). Di Indonesia, desain fashion muslim wanita berkembang sangat pesat, namun situasi berbeda dialami industri fashion pada masa pandemi COVID 19. Tahun 2020-2021 adalah tahun terberat dalam sejarah untuk setiap industri. Industri fashion juga sangat terpengaruh yang ditandai dengan penurunan penjualan dan perubahan perilaku pelanggan. Berbagai perubahan yang disebabkan oleh pandemi termasuk desain fashion. Selama pandemi COVID 19, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020, kontraksi pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi tercatat turun 34,90% dan nilai ekspor produk fashion turun 25,95% (Kementerian Perindustrian RI, 2020). Selanjutnya, penurunan industri apparel pendukung fashion muslim wanita mencapai 35% pada tahun 2020. Berdasarkan data tersebut, tampak bahwa industri fashion muslim wanita yang merupakan salah satu kontributor industri UMKM yang bergerak pada sektor potensi ekspor di Indonesia sangat terdampak dan mengalami kontraksi akibat pandemi COVID 19 (Bank of Indonesia, 2020)




Reviews
There are no reviews yet.