PENDIDIKAN SENI UNTUK PERGURUAN TINGGI
Penulis;
Reza Syahbani, M.Sn.
Editor;
Syofrianisda , S.Th.I,. MA
Jumlah halaman; 252
Ukuran Buku: a5 (14,8×21)
Harga; Rp; 145.000
Versi Cetak; Tersedia
Versi E-book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Istilah seni berasal dari istilah “sani” dalam bahasa Sansekerta yang berarti pemujaan, pelayanan, sumbangan, permohonan atau pencarian dengan rasa hormat dan kejujuran (Sugriwa, 1957: 219-133), namun ada pula yang mengatakan bahwa seni berasal dari kata Belanda “genie” atau genius. Dalam versi lain, seni disebut cilpa yang berarti berwarna (kata sifat) atau pewarna (kata benda), kemudian berkembang menjadi cilpacastra yang berarti segala macam kerajinan seni (kerajinan tangan) (Soedarso, 1988: 16-17). Dalam perkembangan selanjutnya dari asal kata seni tersebut muncul berbagai macam definisi seni, yaitu (a) seni sebagai karya seni, (b) seni sebagai keterampilan, (c) seni sebagai kegiatan manusia.
Definisi seni sebagai objek/karya seni adalah bahwa seni atau keindahan merupakan sesuatu yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda dengan sekedar rasa gembira karena memiliki unsur transendental atau spiritual. Pendapat dari Joganatha. Misalnya, lukisan dinding gua yang diperkirakan berasal dari masa prasejarah yang memiliki nilai-nilai religi-magis yang membangkitkan roh halus dan sugesti bagi binatang yang diburu oleh manusia purba pada masa itu.
Pengertian seni sebagai keterampilan dimaknai bahwa seni merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu dalam kaitannya dengan usaha untuk mencapai suatu tujuan yang ditentukan oleh akal budi/logika atau suatu ide tertentu. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Aristoteles. Misalnya, Idris Sardi, seorang pemain biola Indonesia yang terkenal dengan kepiawaiannya memainkan karya musik dengan improvisasi yang kreatif.
Sementara itu, pengertian seni sebagai aktivitas manusia menurut Leo Tolstoy adalah seni merupakan suatu kegiatan manusia yang dilakukan secara sadar melalui tanda-tanda eksternal tertentu untuk menyampaikan perasaan yang pernah dialami kepada orang lain, agar mereka terjangkiti perasaan yang sama dan turut mengalaminya. Misalnya, Didi Nini Thowok, seorang penari dan koreografer yang tampil dengan kostum perempuan, menampilkan karya tarinya yang kocak dan baru.




Reviews
There are no reviews yet.