KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QUR’AN SANTRI MELALUI KITAB TUHFATUL ATHFAL
Penulis;
Eko Haris Alamsyah, S.Pd., M.Pd.E
Muhammad Siddik Arfandi, M.Pd
Sri Wahyuni, S. Pd
Jumlah halaman; 121
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Certak: tersedia
Versi E-book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 75.000
Al-Qur’an merupakan kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa dan membacanya merupakan suatu ibadah. Membaca Al-Qur’an dapat dikatakan sebagai ibadah, Tentunya apabila tidak dilakukan dengan sembarangan, ada tata tertib yang harus dilakukan. Tata tertib tersebut sudah diatur dengan sangat baik sebagai penghormatan dan keagungan Al-Qur’an, tiap-tiap orang harus berpedoman kepadanya dalam membacanya.
Diantara tata tertib atau adab membaca Al-Qur’an yang baik adalah dengan tartil, yaitu membaca Al-Qur’an dengan perlahan-lahan tidak terburu-buru dengan bacaan yang baik dan benar sesuai makhraj dan sifat-sifatnya sebagaimana yang dijelaskan dalam ilmu tajwid. Makhraj al-huruf artinya membaca huruf- hurufnya sesuai dengan tempat keluarnya seperti di tenggorokan, di tengah lidah, antara dua bibir dan lain-lain. (Khan, 2007)
Namun dewasa ini, minat membaca Al-Qur’an masyarakat semakin menurun. Data Kementrian Agama menunjukkan masih cukup banyak anak-anak sekolah yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Sehubungan itu, Kemenag terus berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam pengajaran baca tulis Al-Qur’an. Kemenang menyampaikan beberapa factor yang menyebabkan anak sekolah tidak bisa membaca Al-Qur’an diantara adalah jumlah siswa yang tidak sebanding, minat siswa yang kurang, motivasi dari keluarga, dan kompetensi yang dimiliki oleh guru. (Kemenag, 2021).
Menurut Syafruddin, Ketua Yayasan Indonesia Mengaji dalam buletin republika.co.id, sebanyak 65 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam tidak bisa membaca Al-Qur’an. Data ini mengacu pada kajian dan penelitian mendalam oleh organisasi pemuda Islam dan tokoh-tokoh pemuda Islam. (Republika, 2019) Data ini meningkat dari hasil peneilitian sebelumnya yang berhasil ditemukan. Berdasarkan data yang bersumber dari Pikiran Rakyat.com, meskipun umat Islam masih mayoritas di Indonesia, kondisinya memprihatinkan, terutama daam hal kemampuan membaca Al-Qur’an. Dari sekitar 225 juta Muslim, sebanyak 54 persen di antaranya termasuk kategori buta huruf Al-Qur’an. Oleh karena itu, gerakan pemberantasan buta huruf Al- Qur’an perlu digalakkan. (Rakyat, 2017)




Reviews
There are no reviews yet.